Arti BTH gateway dalam dunia ekspedisi

Perusahaan jasa angkutan pengiriman barang atau perusahaan cargo atau perusahaan ekspedisi yang besar umumnya memiliki gudang di bandara maupun di pelabuhan. Gudang ini berfungsi sebagai pintu gerbang ( gateway ) tempat transit sebelum barang didistribusikan lewat darat ke berbagai lokasi terdekat. Berikut arti BTH gateway dalam dunia ekspedisi.

Arti BTH gateway

Kode IATA: BTH
Bandara: Hang Nadim International Airport
Lokasi: Kota Batam

Jadi BTH gateway maksudnya adalah gudang yang berada di bandara Hang Nadim International Airport yang berlokasi di kota Bandung. IATA ( International Air Transport Association ) adalah organisasi internasional yang berkaitan dengan dunia penerbangan.

Jangan keliru mengatakan bahwa BTH adalah kode kota Batam. BTH adalah kode bandara Hang Nadim, sedangkan kode singkatan kota Batam adalah BTM.

Sejarah Bandara Hang Nadim

Bandar Udara Hang Nadim terletak di Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam, Provinsi Kepulauan Riau dengan luas keseluruhan 1.760 hektare.

Lahirnya nama Hang Nadim berasal dari nama Laksamana Hang Nadim yang termahsyur dari Kesultanan Malaka. Dengan panjang landasan pacu 4.025 meter bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di Indonesia dan kedua di Asia Tenggara setelah Kuala Lumpur International Airport atau KLIA.

Pada Minggu, 1 Januari 1984 Bandara Udara Hang Nadim mulai dibangun ditandai untuk pertama kalinya melakukan perbaikan pembuatan landasan pacu sepanjang 4.025-meter hingga 31 Januari 1985.

Jumat, 1 Februari 1985 Bandara Udara Hang Nadim dibuka secara resmi dengan melayani penerbangan domestik dengan rute penerbangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, Bandar Udara Internasional Polonia di Medan, Pekanbaru, Bandar Udara Tabing di Padang dan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II diPalembang.

Dengan landasan pacu terpajang ke dua se Asia, masa kejayaan Hang Nadim terus berkibar. Pada Jumat, 5 Januari 1990 dibuka penerbangan internasional sebagai penghubung antar negara selain menggunakan ferry dari Batam. Penerbangan langsung ketika itu tujuan Bandar Udara Internasional Senai, Johor, Malaysia dan Bandar Udara Internasional Changi, Singapura.

Pada Selasa, 3 Januari 1995 pukul 19.00 WIB, Presiden ke II Republik Indonesia Soeharto meresmikan Bandara Udara Hang Nadim dengan nama Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam. Peresmian ditandai penandatangan prasasti, gunting pita dan pukul gong dan pendaratan langsung sebanyak 12 pesawat milik Malaysia Airlines dan 12 pesawat milik Singapore Airlines.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.